Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

RSUP Dr.Sardjito Gelar Peringatan Hari Prematuritas Sedunia Bersama Keluarga Pasien Prematur

YOGYAKARTA – RSUP Dr. Sardjito bersama Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM) serta Ikatan Dokter Anak Indonesia Cabang DIY ikut memperingati Hari Prematuritas Sedunia tepat pada tanggal 17 November 2019 di Ruang Diklat Utama dengan mengundang mantan pasien yang pernah dirawat dengan berat lahir <1500 gram beserta orang tuanya. Acara ini dimeriahkan dengan talkshow, pemeriksaan gratis tumbuh kembang anak, mata dan THT serta penampilan dari beberapa mantan pasien. Salah satu mantan pasien yang dulu memiliki berat 900 gram dan kini sudah berusia 21 tahun menampilkan kepiwaian menyanyinya. Hadir juga mantan pasien dengan berat lahir rendah dan sudah berusia 22 tahun yang kini telah menjadi seorang komikus anime. Acara Hari Prematuritas Sedunia di RSUP Dr. Sardjito juga menjadi ajang reuni bagi keluarga terkait. Tema global untuk World Prematurity Day 2019 adalah “Born Too Soon: Provoding the right care, at the right time, in the right place”. Sedangkan panitia Hari Prematuritas Sedunia RSUP Dr. Sardjito mengambil semangat “The Premmies, infinity dream…Tidak sekedar sintas, tapi hidup berkualitas” dengan harapan bayi prematur yang mampu bertahan hidup dapat hidup berkualitas.

Hari Prematuritas Sedunia (World Prematurity Day) diperingati di seluruh dunia setiap tanggal 17 November sejak 2008. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan perhatian dan kewaspadaan masyarakat terhadap tantangan dan beban yang dihadapi oleh anak yang lahir prematur dan keluarganya. Menurut badan kesehatan dunia WHO setiap tahun diperkirakan ada 15 juta bayi lahir prematur. Berdasarkan Data RISKESDAS 2018 Nasional, proporsi kelahiran prematur / BKB di Indonesia menunjukkan angka 29,5% dari seluruh kelahiran di tahun 2018.

Komplikasi kelahiran prematur menjadi penyebab utama kematian anak di bawah 5 tahun. Bayi yang lahir prematur sering membutuhkan layanan medis segera dan sering dijumpai berbagai tantangan bagi orang tua dan keluarga bayi prematur baik emosi maupun keuangan.Selain warna ungu yang merupakan simbol kepekaan dan kekhususan, garis kaos kaki juga menjadi simbol untuk peringatan Hari Prematuritas Sedunia. Sepasang kaos kaki ungu yang dibingkai oleh sembilan kaos kaki bayi ukuran penuh melambangkan 1 dari 10 bayi lahir prematur di seluruh dunia.

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.