Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

Peringati World Antibiotic Awareness Week 2019 RSUP Dr. Sardjito Gelar Edukasi Penggunaan Antibiotik Yang Aman

YOGYAKARTA – RSUP Dr. Sardjito melalui Panitia Program Resistensi Antimikroba (PPRA) dalam rangka memperingati pekan peduli antibiotik atau World Antibiotic Awareness Week 2019, pada hari Kamis (21/11) menggelar edukasi kepada pasien, keluarga dan pengunjung. Pelaksanaan acara ini dilatarbelakangi oleh melemahnya manfaat antibiotik atau resistensi bakteri terhadap antibiotik yang sudah menjadi permasalahan di berbagai belahan dunia. Dalam edukasi kali ini, RSUP Dr.Sardjito menghadirkan narasumber Dra. Eni Purwaningtyas, M.Sc.,Apt. selaku ketua PPRA mengambil tema “Penggunaan Antibiotik Yang Aman”. Edukasi yang diikuti dengan antusias oleh pengunjung menekankan pentingnya mengetahui informasi tentang antibiotik dan dampaknya.

Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk membunuh bakteri ketika kita terkena infeksi, atau digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi pada daerah operasi atau penyakit infeksi bakteri tertentu. Antibiotik berkontribusi besar dalam membatasi morbiditas dan mortalitas. Begitu banyak penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri dapat diatasi dengan penggunaan antibiotik. Sayangnya, penggunaan antibiotik sering tidak tepat dan tidak rasional, saking mudahnya antibiotik diakses tanpa resep dokter. Sehingga, lahirlah varian bakteri yang tahan antibiotikatau resistensi bakteri terhadap antibiotik. Bakteri resisten adalah bakteri penyebab infeksi yang dulunya bisa dimatikan dengan antibiotik tertentu, kemudian tidak dapat dimatikan dengan antibiotik tersebut dengan dosis sesuai aturan. Saat ini bakteri berevolusi lebih cepat dari upaya kita menanganinya. Kuman sekarang menjadi semakin kuat dan obat menjadi kurang efektif. Kasus infeksi resisten terhadap antimikroba meningkat secara signifikan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mencatat adanya 700.000 kematian per tahun akibat resistensi antibiotik tahun 2013. Tahun 2015 diperkirakan jumlahnya jadi 10 juta kematian per tahun. Di Indonesia, diperkirakan 135.000 orang meninggal per tahunnya karena resistensi antibiotik

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.