Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
HEADER1b
header kebiasaan baru new
GANTI SUITE ROOM
esc

Pentingnya General Check Up Stroke

Berdasarkan Riset Kesehatan Daerah 2013, jumlah kasus penyakit stroke di Yogyakarta menduduki peringkat kedua nasional. Hal ini disebabkan usia harapan hidup masyarakat di “Kota Budaya” tersebut merupakan yang tertinggi di Indonesia. Salah satu upaya preventif agar terhindar dari penyakit stroke adalah dengan melakukan pemeriksaan general check up. General check up stroke adalah suatu pemeriksaan yang tertuju pada deteksi dini terhadap penyakit yang bisa menyebabkan sesuatu, dalam hal ini adalah stroke. Jika dalam pemeriksaan dini itu didapati potensi atau probability stroke, maka akan dan harus dilakukan upaya-upaya preventif agar terhindar dari stroke.

Adapun dalam proses general check up stroke, terdapat lima tahap pemeriksaan. Pertama, screening terhadap faktor lain yang berkaitan dengan gaya atau pola hidup pasien yang membuat adanya faktor risiko stroke. Kedua, pemeriksaan laboratorium untuk melihat kadar kolesterol, gula darah, dan faktor lain yang bisa menyebabkan penjendalan atau penyumbatan pembuluh darah. Ketiga, screening morfologi fungsional jantung karena 60 persen pasien stroke memiliki riwayat sakit jantung, baik koroner atau lainnya. Ke empat, pemeriksaan MRI atau CT Scan pada bagian kepala, yang bersamaan dengan tahap pemeriksaan ke lima, yaitu screning transcranial doppler (TCD) untuk melihat profil pembuluh darah pada otak. Hal ini dilakukan untuk melihat kemungkinan adanya penebalan, penyumbatan aliran darah, kontraksi dan lainnya yang ada di sekitar otak.

Stroke yang bisa dikatakan sebagai sebuah keniscayaan bagi manusia lanjut usia (manula), bahkan juga dewasa (usia muda), tidak perlu menjadi kecemasan. Dengan mengetahui faktor risiko dan tanda-tanda gejalanya, stroke akan dapat dihindari. Masyarakat juga tidak perlu khawatir jika harus mengonsumsi obat dalam jangka waktu lama, sepanjang obat tersebut diberikan oleh dokter. Terlebih saat ini obat sudah makin modern, yang dibuat dengan satu tujuan untuk mengatasi kelainan. Artinya, efek sampingnya sangat kecil. Bahkan jika obat tersebut tidak bermanfaat, akan terbuang melalui cairan tubuh. Kesalahan terbesar dari sebagian masyarakat adalah menganggap dengan mengonsumi obat dalam waktu lama akan bisa menyebabkan kerusakan organ tubuh, seperti ginjal, jantung atau lainnya. Masyarakat perlu menyadari, bahwa setiap penyakit yang mengharuskan mengonsumi obat dalam waktu lama, memang memiliki kerusakan target organ. Misalnya, diabetes yang bisa menimbulkan retinopati (kerusakan retina mata yang bisa berujung kebutaan), ginjal, jantung, stroke, dan lainnya.

Stroke yang bisa berdampak fatal terjadinya kelumpuhan bahkan kematian, kepulihannya dipengaruhi oleh lima hal. Pertama adalah peran jendela terapi, yakni interval waktu dari terjadinya serangan hingga dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan tindakan, tidak boleh lebih dari tiga setengah jam. Kedua, faktor risiko tunggal atau multiple. Jika faktor tunggal, tentu akan lebih cepat pulih. Ketiga, faktor risiko terkendali atau tidak terkendali. Ke empat, faktor usia. Dan, ke lima adalah jenis stroke, yaitu perdarahan dan non pendarahan. Pada kasus stroke non pendarahan, jika cepat dilakukan perbaikan akan cepat pulih. Namun pada kasus stroke perdarahan, jika sampai terjadi pembengkakan jaringan (edema), bahkan hingga pecah, akan lebih buruk dan tingkat mortalitas atau kematian lebih tinggi.

Mengingat bahaya stroke, gejala atau tanda-tandanya, masyarakat diharapkan bisa menghindari serangan stroke. Setidaknya, menekan kemungkinan lebih buruk. Jika merasa memiliki satu dari sekian faktor risiko stroke, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin seminggu atau sebulan sekali, menjalankan pola hidup sehat, olah raga rutin, menghindari perilaku yang bisa memicu stroke dan mengikuti petunjuk dokter bagi yang sudah terkena stroke.

Kontributor :

KSM Saraf RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.