Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
HEADER1b
header kebiasaan baru new
GANTI SUITE ROOM
esc

Waspadai Bahaya Kanker Rektum

Kanker rektum merupakan tumor ganas yang berupa massa polipoid besar pada rektum. Kanker rektum disebabkan oleh beberapa faktor seperti adanya polip di usus (Colorectal Polyps), peradangan pada usus yang kronik (Colitis Ulcerativa), riwayat kanker sebelumnya, riwayat kanker colorectal pada keluarga, merokok, pola makan yang tinggi lemak, pola makan rendah serat dan kurangnya olahraga. Adapun gejala kanker rektum aditandai dengan adanya perubahan kebiasaan buang air besar (diare atau sembelit/konstipasi), usus besar terasa tidak kosong seluruhnya, terdapat darah dalam feses (baik merah terang atau kehitaman), sering terasa kembung atau keram di perut atau merasa kekenyangan meskipun makan sedikit, kehilangan berat badan tanpa alasan, mual atau muntah-muntah, mudah lelah dan letih. Ada beberapa metode terapi yang dapat diterapkan bagi penderita kanker rektum, diantaranya operasi, terapi radiasi menggunakan sinar-sinar yan tinggi energinya untuk membunuh sel-sel kanker dan kemoterapi menggunakan onbat-obat anti kanker untuk membunuh sel-sel kanker.

Setelah melakukan medote terapi yang sesuai dengan kondisi pasien dan rekomendasi dokter, pasien diwajibkan menjaga kebersihan tubuhnya dan melakukan pencegahan infeksi luka post operasi dengan melakukan perawatan di rumah. Daerah balutan bekas operasi sebisa mungkin dihindarkan dari benturan maupun cairan agar tidak basah. Pasien juga disarankan untuk mengganti balutan luka dengan memperhatikan hal-hal seperti harus mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti balutan, memperhatikan ada tidaknya infeksi, menggunakan alat steril / bersih dan minum obat secara teratur sesuai anjuran dokter. Adapun tanda-tanda munculnya infeksi yang perlu diwaspadai adalaha apabila merasa panas pada daerah luka attau suhu badan panas, merasa sakit atau nyeri pada daerah luka, ada kemerahan pada kulit daerah luka, terjadinya bengkak pada daerah luka, gangguan fungsi gerak pada daerah luka, luka berbau tidak sedap dan terdapat cairan berupa nanah pada luka.

Kontributor :

Unit Promosi Kesehatan RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.