Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
HEADER1b
header kebiasaan baru new
GANTI SUITE ROOM
esc

Jangan Sepelekan Perbesaran Kelenjar Prostat

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) adalah perbesaran jinak kelenjar prostat yang dapat menyebabkan penyumbatan saluran kencing. Kelenjar prostat adalah kelenjar yang berbentuk seperti kacang kenari yang merupakan bagian dari sistem reproduksi pria dan berperan dalam menghasilkan cairan penting untuk kesuburan laki-laki. Kelenjar prostat memiliki 2 periode pertumbuhan utama. Periode pertama terjadi saat pubertas dan periode kedua mulai pada sekitar usia 25 tahun. Benign prostatic hyperplasia biasanya terjadi pada fase pertumbuhan kedua.

Penyebab Benign Prostatic Hyperplasia antara lain adanya kesulitan dalam berkemih, nyari saat berkemih, menetesnya urine pada akhir berkemih atau rasa tidak puas setelah berkemih dan pada pemeriksaan USG saluran kencing terlihat perbesaran pada prostat. Akibat dari BPH ini menyebabkan munculnya infeksi saluran kemih, hemoroid atau wasir, hematuri atau kencing berdarah, batu kandung kemih hingga gagal ginjal. Faktor yang meningkatkan risiko terkena benign prostatic hyperplasia meliputi seiring bertambahnya usia pria, maka akan beresiko terkena BPH; penderita diabetes tipe 2, penyakit jantung, penyakit peredaran darah, atau penggunaan beta blockers (obat darah tinggi dan detak jantung yang cepat); adanya disfungsi ereksi; serta gaya hidup yang tidak sehat / obesitas.

Hal-hal yang perlu kita waspadai saat menderita Benign Prostatic Hyperplasia antara lain tidak dapat buang air kecil, merasasakit saat urinasi, demam di atas 38°C, menggigil, nyeri pada tubuh, Punggung bawah sakit, urin berdarah, sakit saat ejakulasi hingga tidak dapat mengendalikan urinasi selama beberapa minggu atau bulan. Apabila didapatkan hal demikian, segera hubungi faslitas kesehatan terdekat. Salah satu cara penanganan Benign Prostatic Hyperplasia adalah dengan operasi. Selanjutnya, perawatan post operasi yang dapat dilakukan bagi pasien antara lain dengan membatasi aktifitas dengan menghindari aktifitas yang terlalu berat, tidak mengejan saat BAB, minum 2500-300 ml/hari jika tidak ada kontraindikasi, buang air kecil saat kandung kemih mulai terasa penuh, rutin minum obat, rutin kontrol ke dokter serta segera periksakan diri jika ditemukan tanda-tanda urine berwarna keruh dan berbau busuk, nyeri saat berkemih serta demam dan penurunan jumlah urin.

Kontributor :

Unit Promosi Kesehatan RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.