Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
PANCASILA SARDJITO WEB (2)
WhatsApp Image 2020-05-22 at 20.47.39
GANTI SUITE ROOM
esc
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_call_center

Kenali Angina Pectoris

Angina Pectoris adalah kumpulan gejala klinis berupa serangan nyeri dada yang khas, yaitu seperti ditekan atau terasa berat di dada yang sering menjalar ke lengan kiri. Adapun gejala dari penyakit ini antara lain adanya nyeri dada yang khas meliputi lokasi yang berada di dada dengan penjalaran ke leher, rahang, bahu kiri sampai dengan jari-jari, punggung / pundak kiri. Kualitas nyeri biasanya merupakan nyeri yang tumpul seperti rasa tertindih/ berat di dada, maupun rasa desakan yang kuat dari dalam atau dari bawah diafragma. Berhubungan dengan aktivitas biasanya nyeri dada angina timbul pada waktu melakukan aktivitas misalnya berjalan cepat dan tergesa-gesa. Angina pectoris disebabkan karena suplai oksigen yang tidak mencukupi ke sel-sel otot-otot jantung dibandingkan kebutuhan, bahan lemak terkumpul di bawah lapisan sebelah dalam dari dinding srteri (aterosklerosis), spasme arteri koroner, anemia berat dan peradangan pada satu atau lebih persendian (artritis).

Adapun faktor resiko dari penyakit angina pectoris ini dibagi menjadi 2 jenis, faktpr resiko yang dapat diubah dan faktor resiko yang tidak dapat diubah. Faktor resiko yang dapat diubah meliputi diet (hiperlipidemia), rokok, hipertensi, stress, obesitas, kurang aktifitas dan diabetes mellitus sedangkat faktoe resiko yang tidak dapat diubah adalah usia, jenis kelamin dan keturunan.

Terapi farmakologi atau terapi medis melalui obat-obatan, kontrol terhadap faktor resiko, pembedahan atau kombinasi antara terapi medis dan pembedahan.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah angina pectoris antara lain dengan berhenti merokok, menurunkan berat badan jika mengalami obesitas, mengkonsumsi vitamin yang cukup, makanan rendah lemak, rendah garam dan tinggi serat, istirahat yang cukup, hidnari stress dan belajar teknik relaksasi melalui teknis nafas dalam, serta lakukan aktifitas sesuai kemampuan dan anjuran dokter.

Kontributor :

Unit Promosi Kesehatan RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.