Fax:(0274) 565639    [email protected]
Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333   

Evaluasi Penanganan dan Vaksinasi Covid-19, Komisi IX DPR RI Kunjungi RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

YOGYAKARTA – Rombongan Komisi IX DPR RI melakukan Kunjungan Kerja dalam rangka evaluasi penanganan dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Gedung Diklat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, Selasa (16/2). Kunjungan kerja Komisi IX DPR RI pada Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2020-2021, terdiri dari satu tim yang membidangi kesehatan, ketenagakerjaan, BP2MI, Badan POM, BKKBN, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang direncanakan akan berlangsung hingga Jum’at, 19 Februari 2021. Selain jajaran direksi RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, pertemuan ini juga turut dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI, RS TNI AU dr. S Hardjolukito Yogyakarta, RS TNI AD DR. Soetarto, RS Bhayangkara Polda DIY, Ketua PERSI DIY, Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Yogyakarta, Dinkes DIY, Badan POM, dan Balai Besar POM DIY.

Ketua Tim Kunjungan kerja DPR, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam paparannya mempertanyakan terkait pelaksanaan testing dan tracing, pelayanan dan penanganan terhadap pasien Covid-19 tanpa gejala atau OTG, hingga verifikasi dan validasi BPJS Kesehatan terhadap pasien yang dirawat, dan klaim pembayarannya.

Terkait berbagai pertanyaan tersebut Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta,  dr. Rukmono Siswishanto, Sp.OG(K)., M.Kes., MPH., mengatakan, bahwa dalam penanganan pandemi Covid-19 peran serta masyarakat sebagai subyek telah dan selalu ditekankan oleh Gubernur DIY.

“Koordinasi dilakukan bersifat struktural, gugus tugas diganti dengan satuan tugas dan ada juga Sonjo. Masyarakat dilibatkan melalui media sosial, dan kita melakukan dengan melibatkan tidak hanya rumah sakit, namun juga masyarakat, Pemda dan swasta,” kata Rukmono.

Lebih jauh, Rukmono menjelaskan, bahwa di Yogyakarta terdapat 27 rumah sakit, dan di luar jumlah itu ada juga yang melayani pasien Covid-19. Seminggu sekali dilakukan koordinasi.

“Kita punya strategi, bahwa di DIY ada tiga rumah sakit besar yang kita fokuskan, dan kita tidak pernah membuat kebijakan Sardjito 100 persen, melainkan 40 persen. Problemnya adalah SDM,” kata Rukomo.

Rumah sakit besar di DIY, menurut Rukmono adalah RSUP Dr. Sardjito untuk kasus-kasus besar, RS TNI AU dr. S Hardjolukito Yogyakarta dan RSA UGM.

“Kita menggunakan SISRUTE dan Siranap ketersediaan. Sistem ini membantu kita untuk memudahkan komunikasi. Kenapa RS penuh? Karena untuk kasus-kasus yang mungkin tidak berat, hanya ringan, tetapi masyarakat atau pasien berkehendak untuk isolasi di rumah sakit.” ujar Rukmono, menjawab pertanyaan Komisi IX DPR RI.

Dalam pertemuan itu, Rukmono mengatakan, bahwa RSUP Dr Sardjito tetap aman dan tetap bisa melayani pasien-pasien Covid-19. Bahwa, di minggu-minggu terkahir berkurangnya beban rumah sakit dengan menurunnya jumlah pasien Covid-19 di DIY.

“Ini tidak lepas dari kerja keras kita semua. Tidak lepas dari peran masyarakat Yogyakarta untuk bisa mengawal kita tetap aman secara lebih longgar dalam tanda petik,” ungkap Rukmono.

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.