Fax:(0274) 565639    [email protected]
Emergency (0274) 583613    1500 705 (Contact Center)   

Tips Perawatan Post Operasi AV Shunt

Arteriovenous Shunt (AV Shunt) atau disebut juga cimino merupakan tindakan operasi menyambungkan (anastomosis) arteri dan vena pada lengan dengan tujuan menjadikan sambungan tersebut sebagai akses hemodialisis. AV Shunt adalah gold standart dalam membuat akses vascular untuk hemodialisis pada pasien penyakit ginjal kronik. Hal ini dibuat untuk meningkatkan efektivitas fungsi dialisis dan mengurangi risiko serta komplikasi yang dapat terjadi pada akses vaskuler lainnya. AV Shunt menyebabkan tekanan lebih tinggi mengalir ke pembuluh darah vena yang telah disambung sehingga timbul desiran (thrill) maupun bruit pada auskultasi. Vena yang telah menjadi lebih besar memungkinkan kemudahan akses puncture (tusuk) ke pembuluh darah untuk hemodialisis. Tanpa akses yang memadai seperti ini, tindakan hemodialisis yang rutin dilakukan oleh vena tidak akan dapat menahan tusukan jarum cuci darah berulang.

Melihat pentingnya pemasangan AV Shunt pada pasien dengan tindakan hemodialisa tersebut, sayangnya masyarakat masih awam dalam mempersiapkan diri sebelum operasi dan setelah operasi sehingga banyak keluhan kerap timbul pada pasien yang usai menjalani AV Shunt. Informasi lengkap dan akurat mengenai AV Shunt masih jarang disosialisasikan, sedangkan informasi ini sangat dibutuhkan oleh mereka yang berhubungan dengan Hemodialysis secara reguler.

Tindakan AV Shunt bisa dilakukan One Day Surgery (ODS) sehingga informasi yang diberikan sebatas kepada pasien dan keluarga yang mengantar, sedangkan kenyataan d lapangan antara yang merawat pasien dirumah dan yang mengantar ke rumah sakit sering kali beda orang sehingga informasi mengenai perawatan kepada pasien tak jarang  terjadi beda persepsi.

Banyaknya kejadian di lapangan yang tidak sesuai harapan menunjukkan pentingnya sosialisasi dalam perawatan AV Shunt sehingga bisa meminimalkan infeksi dan kegagalan dalam operasi AV Shunt. Berikut adalah beberapa tips mengenai perawatan post operasi AV Shunt dan perawatan harian pasien dengan AV Shunt.

 

Cara merawat AV Shunt setelah meninggalkan rumah sakit

  • Jaga agar lengan diposisikan setinggi jantung (bisa diganjal menggunakan bantal), dan siku tetap  lurus sehingga mengurangi pembengkakan dan mengurangi risiko pembekuan
  • Tidak dianjurkan angkat berat di atas 10 kilogram
  • Tetap berpakaian kering dan bersih selama 48 jam pertama. Setelah 48 jam post operasi dan dressing dilepas, pasien bisa mandi seperti biasa

Perawatan harian AV Shunt

Lakukan:

  • Kurangi risiko infeksi dengan mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah menyentuh AV Shunt
  • Jaga kulit di sekitar AV Shunt bersih dengan segera mencucinya dengan sabun antibakteri, terutama sebelum dialisis. Bersihkan fistula dengan cara mencuci dan menepuknya dengan lembut
  • Setelah luka sayatan sembuh, perkuat lengan dengan latihan sesuai dengan instruksi dokter. Contoh : Latihan meremas bola karet
  • Periksa denyut nadi/desiran (getaran/thrill) di AV Shunt 3 kali sehari (pagi, siang dan malam) dengan cara mendengarkan dan  Apabila ada perubahan suara dan perubahan aliran darah diatas AV Shunt harus segera dilaporkan ke dokter yang menangani
  • Gunakan akses AV Shunt hanya untuk dialisis
  • Pastikan tidak ada kemerahan atau bengkak di sekitar area AV Shunt
  • Hindari luka pada lengan dan jaga tetap aman
  • Pastikan nutrisi yang tepat dan bergizi agar kesehatan tetap optimal

Larangan :

  • Jangan biarkan AV Shunt digunakan untuk memulai jalur IV atau menarik darah dari lengan AV Shunt
  • Tidak melakukan tensi darah pada lengan dengan AV Shunt
  • Tidak menindih tangan dengan AV Shunt saat tidur
  • Tidak melakukan aktifitas beban berat dengan lengan AV Shunt (tidak lebih dari 10 lbs)
  • Jangan memakai jam tangan, gelang atau baju ketat di atas AV Shunt
  • Menghindari membawa tas pada lengan dengan AV Shunt

Segera hubungi dokter jika:

  • Ada pendarahan dari AV Shunt
  • Ada tanda-tanda infeksi, atau adanya perubahan penampilan pada kulit, seperti pembengkakan, kulit merah, nanah atau jika kulit di sekitar AV Shunt terasa hangat saat disentuh
  • Ada yang menonjol di atas AV Shunt atau di tangan Anda
  • Mengalami demam di atas 100,5ºF (38ºC), atau menggigil
  • Denyut nadi (getaran) pada AV Shunt lebih lambat dari biasanya, atau tidak dapat merasakan denyut nadi
  • Tangan atau kaki mati rasa, dingin jika disentuh atau lemah
  • Ada bengkak pada lengan, kaki, wajah atau leher
  • Bulu yang membesar muncul di lengan atas atau dada
  • Ada peningkatan tekanan vena selama dialisis atau penurunan aliran darah melalui AV Shunt
  • Ada perdarahan berkepanjangan setelah dikeluarkannya jarum dialisis
  • Ada perubahan dalam hasil lab rutin

Cara mempercepat penyembuhan pada pembuluh darah yang pecah antara lain:

  1. Kompres hangat pada area sekitar tempat tusukan jarum
  2. Jaga tempat bekas suntikan tetap besih dan tidak infeksi
  3. Makan makanan yang tinggi protein namun dengan catatan dikonsultasikan terlebih dahulu dengan ahli gizi

 

Kontributor :

Rista Tri Wulandari Skep, Ns.

KFK Kamar Operasi RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.