Fax:(0274) 565639    [email protected]
Emergency (0274) 583613    1500 705 (Contact Center)   

Resusitasi Jantung Paru di Masa Pandemi

Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau cardiopulmonary resusitation adalah upaya yang dilakukan untuk mengembalikan fungsi sirkulasi dan pernapasan yang sangat bermanfaat bagi penyelamatan kehidupan dengan memberikan asupan oksigen dan sirkulasi darah ke organ tubuh yang sensitif terhadap kekurangan oksigen, seperti otak dan jantung pada orang yang mengalami serangan jantung, kecelakaan atau tenggelam. Penelitian di Amerika Serikat menunjukkan sebanyak 70% serangan jantung di luar rumah sakit atau out-of-hospital cardiac arrests (OHCAs) terjadi di rumah, dan sekitar 50% tidak disaksikan. Hasil dari OHCA buruk, hanya 10,8% korban dewasa dengan serangan jantung nontraumatik yang telah menerima upaya resusitasi dari Emergency Medical Service (EMS) atau layanan darurat medis mampu bertahan hidup sampai rumah sakit. Resusitasi jantung baru harus segera dilakukan pada golden periode cardiac arrest yaitu kurang 10 menit pertama dari serangan, ketika dalam 10 menit korban tidak mendapatkan bantuan hidup dasar maka kemungkinan besar korban sulit tertolong karena pada menit ke 8 – 10 otak yang tidak mendapatkan pasokan darah dan oksigen akan mengalami kerusakan permanen.

Pandemi Covid 19 yang kita lalui selama hampir 2 tahun ini memunculkan pertanyaan bagaimana kita dapat memberikan bantuan hidup dasar secepatnya sedangkan kita semua dihadapkan dengan ketakukan virus Covid 19 yang kita ketahui menyerang saluran pernapasan. Pernah kita temui berita tentang seseorang yang tidak sadarkan diri di jalan yang cukup padat lalu lalang orang namun tidak ada yang berani untuk mendekati karena stigma negatif dari penyebaran virus Covid 19 saat itu. Saat petugas yang berkompeten datang korban dinyatakan mengalami serangan jantung yang mana seharusnya dapat diberikan resusitasi jantung paru secepatnya untuk dapat meningkatkan kesempatan hidupnya.

Pada tatanan medis atau rumah sakit tindakan RJP dan yang biasanya dilanjutkan dengan tindakan intubasi endotrakeal adalah prosedur yang menghasilkan aerosol. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, prosedur aerosolisasi harus dilakukan dengan alat pelindung diri (APD) yang terdiri dari pelindung mata, respirator N95, sarung tangan, dan gaun pelindung di ruang isolasi infeksi melalui udara mengingat risiko penularan virus yang lebih tinggi hal inilah yang akhirnya membuat masyarakat awam khawatir ketika akan melakukan bantuan RJP pada korban yang ditemukan di luar rumah sakit.

American Heart Ascociation mengeluarkan rujukan mengenai resusitasi jantung paru selama pandemi Covid-19 adalah dengan hanya diberikan kompresi dada dengan tangan tanpa diberikan asupan oksigenasi untuk dapat mengurangi kecurigaan penularan virus Covid-19.

Setelah menemukan korban yang diduga mengalami penurunan kesadaran karena henti jantung dan henti napas, Langkah pertama yang dilakukan adalah memanggil bantuan yang kompeten (dokter atau rumah sakit) dan secepatnya untuk mengakses Automatic Eksternal Defibrilator (AED). Langkah kedua pastikan menolong menggunakan masker untuk menutupi area mulut dan hidung dan hal yang sama dilakukan kepada korban yang ditemukan bisa dengan memasangkan masker atau menutup area mulut dan hidung menggunakan kain. Langkah ketiga memberikan pijat jantung atau kompresi dada sesuai dengan ketentuan AHA yaitu di posisi tengah dada dengan kecepatan 100 – 120 kali/menit hal ini dilakukan terus menerus dan pada Langkah keempat  ketika di tempat kejadian tersedia AED bisa sesegera mungkin untuk dapat digunakan dalam melakukan upaya bantuan hidup dasar.

 

Kontributor :

Ristina Fauzia Hernaningrum, S.Kep.Ns.

 KFK Gawat Darurat

RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

 

REFERENSI

American Heart Association. 2020. CPR & ECC Guidelines. Available at http://cpr.heart.org/

David D. Berg et all. 2020. Cardiopulmonary Resuscitation During the Covid-19 Pandemic. Available at https://www.ahajournals.org/journal/circ

Putri, Ida Ayu dan Sidamen, I Gusti. 2017. Bantuan Hidup Dasar. Denpasar. Universitas Udayana

Slamet, Moh. 2021. Pengaruh Simulasi Hands Only CPR Terhadap Keterampilan Anggota PMR SMAN 2 Bankalan. Madura : Stikes Ngudia Husada

Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.