Fax:(0274) 565639    [email protected]
Emergency (0274) 583613    1500 705 (Contact Center)   

Merencanakan Jenis Kelamin Bayi

Pendahuluan

Banyak pasangan suami-isteri datang ke dokter untuk menanyakan bagaimana cara mendapatkan jenis kelamin tertentu untuk kehamilannya dengan berbagai alasan diantarnya yaitu untuk meneruskan nama keluarga, karena telah melahirkan terus menerus anak perempuan ingin anak laki atau sebaliknya, untuk keseimbangan dan sebagainya. Dengan meningkatnya keinginan pasangan untuk memilih jenis kelamin keturunan mereka, metode dan teknik pemilihan jenis kelamin ilmiah telah berkembang dari waktu ke waktu;  Terdapat beberapa metode yang bisa dikelompokkan menjadi 2, metode alami dan metode buatan. Namun bukti ilmiah belum banyak tersedia terkait angka keberhasilan kedua metode tersebut.

Cara Memilih Jenis Kelamin

Pemilihan jenis kelamin sebelum pembuahan dapat dibenarkan secara etis, dimana sperma kromosom X dan sperma kromosom Y diisolasi sebelum membuahi telur untuk menghasilkan bayi jenis kelamin perempuan atau laki-laki [1]. Sperma membawa kromosom X atau Y, sedangkan telur hanya membawa kromosom X. Bila telur dibuahi oleh sperma kromosom X jadilah anak perempuan, bila telur dibuahi oleh sperma kromosom Y jadilah anak laki.

Pemilahan sperma bertujuan menghasilkan sampel dengan proporsi sperma X atau sperma Y yang lebih tinggi, sehingga meningkatkan peluang mendapatkan jenis kelamin yang diinginkan. Ada beberapa metode pemilihan sperma yang dikenal yaitu metode Ericsson dan metode MicroSort [3]. Metode Ericsson memiliki tingkat keberhasilan 78-85% untuk anak laki-laki dan 73-75% untuk anak perempuan. Metode MicroSort memiliki tingkat keberhasilan 75% untuk anak laki-laki dan 90% untuk anak perempuan. Sampel sperma terpilih selanjutnya diselesaikan dengan prosedur inseminasi. [2]

Dengan metode di atas, tidak bisa dijamin akurasi 100%. Saat ini ada metode yang mendekati akurasi 100% dapat diandalkan yaitu PGD (Preimplantation Genetic Diagnosis) untuk bayi tabung [4]. Tetapi Dokter bukan Tuhan pasien perlu konsultasi yang cukup untuk memilih cara ini.

 

Adakah Metode Praktis Alami?

Diperlukan kombinasi Diet dan pengaturan saat hubungan seks (keberhasilan Diperkirakan 70-80%). Yang dimaksud pengaturan jenis makanan adalah pengaturan diet prekonsepsi bukan pengaturan diet selama hamil. Terdiri dari pengaturan mineral Calsium, Magnesium, Kalium dan Natrium. 75-80% berhasil mengatur jenis kelamin bayi. Teknik ini membutuhkan waktu sekitar 9-12 minggu sebelumnya, setelah itu baru program hamil. Jadi bila sedang ber KB, jangan lepas KB dulu sebelum menyelesaikan program diet jenis kelamin.

Diet Anak Laki-Laki: [6] 1. Ibu harus makan 2500 Kalori/hari.
2. Diet tinggi Natrium dan Kalium
3. Natrium tinggi: Asinan, ikan asin, telur asin, makanan bersoda, daging, sereal, jus sayur, makanan kalengan, penyedap, makanan beku, roti.
4. Kalium tinggi: pisang, kentang, daun hijau, alpukat, susu, tomat yang dimasak, ikan, jamur, labu.
5. Hindari susu, roti dari susu, mentega, tawar, keju dan yogurt.
Setelah diet ini selama 3 bulan baru hamil, lalu lakukan hubungan sex dengan penjadwalan metode shettled.

Diet Anak Perempuan: [6] 1. Ibu makan rendah kalori
2. Vegetarian diet (low natrium): 55% anak perempuan.
3. Diet tinggi Magnesium dan Kalsium.
4. Tinggi Magnesium: alpukat, yogurt, biji-bijian, kedelai, ikan, daun hijau gelap, pisang, coklat hitam.
5. Tinggi Calsium: Susu, keju, yogurt, tahu, bayam, kacang-kacangan, ikan teri, kerang.
6. Hindari: garam, ragi, daging, ikan, kopi, minuman bersoda
Setelah diet ini selama 3 bulan baru hamil, hubungan sex dengan penjadwalan metode shettled

Prosedur Teknik Diet :
1. Cek dulu kadar mineral ibu: Na, K, Ca, Mg
2. Ingin anak perempuan: beri Magnesium 400-600 mg per hari, Calsium 500-700 mg per hari Ca harus naik 4 mg/l, Vit D3 2000-3000 IU per hari
3. Ingin anak Laki: beri garam (Natrium) 140 meq/L, KSR 1 tab/hari

Penjadwalan Seks dengan Metode Shettles [5]:
1. Jika ingin anak laki: lakukan hubungan seks sedekat mungkin dengan masa subur (ovulasi): 57,7% berhasil anak laki-laki. Douche dengan cairan basa seperti air soda 15 menit sebelum melakukan hubungan seks.
2. Jika ingin anak perempuan: lakukan hubungan seks tiap hari sejak awal siklus hingga 2 hari sebelum masa subur (ovulasi). Douche dengan cairan asam 15 menit sebelum seks yang dekat masa subur.

 

Kontributor :

Dr Akbar Novan Dwi Saputra, SpOG

KSM Obstetrik dan Ginekologi RSUP Dr Sardjito Yogyakarta)

 

Referensi

  1. Eftekhaari, T., Nejatizadeh, A., Rajaei, M., Soleimanian, S., Fallahi, S., & Ghaffarzadegan, R. (2015). Ethical considerations in sex selection. Journal Education Health Promotion.
  2. Choose your child’s sex, naturally. Retrieved August 15, 2015, from www.genselect.com
  3. Methods of Gender Selection. Retrieved March 26, 2016, from chooseagender.com
  4. Possible Side Effects of Preimplantation Genetic Diagnosis. Retrieved September 13, 2015, from fertilityproregistry.com
  5. Weiss, R. (2015). The shettles method of sex selection: Fact or fiction: Can you choose a girl or boy? Retrieved July 31, 2017, from pregnancy.about.com.
  6. Sex Selection. Retrieved September 10, 2015, from divinemedicare.com/sex-selection-treat ment-india.php
Author Info

Humas Sardjito

Divisi Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.