Fax:(0274) 565639    humas@sardjitohospital.co.id
Germas BLU Berakhlak kars

Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin

Kanker serviks merupakan penyakit dengan pertumbuhan sel yang tidak terkontrol pada leher rahim. Berdasarkan data Global Burden of Cancer Study (Globocan) dari World Health Organization (WHO) tahun 2020, kanker serviks menyumbangkan kasus kanker terbesar kedua di Indonesia setelah kanker payudara dan menyumbangkan kematian terbesar ketiga pada penderita kanker.

Hampir semua kasus kanker serviks berhubungan dengan infeksi virus, yaitu HPV (human papillomaviruses) yang ditularkan melalui hubungan seksual. Meskipun sebagian besar infeksi HPV tidak menimbulkan gejala dan sembuh dengan sendirinya, semua wanita memiliki risiko infeksi HPV menetap atau menjadi infeksi kronis yang berkembang menjadi lesi pre-kanker kemudian menyebabkan kanker serviks.

Sejak terinfeksi HPV hingga terjadinya kanker serviks membutuhkan 15 hingga 20 tahun pada wanita dengan sistem kekebalan tubuh yang normal, dan hanya membutuhkan 5 hingga 10 tahun pada wanita dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pada infeksi HIV yang tidak diobati.

Kanker serviks merupakan kanker yang dapat dicegah. Pencegahan kanker serviks salah satunya dapat dilakukan dengan vaksinasi HPV. Menurut WHO, pencegahan primer kanker serviks dilakukan dengan vaksinasi HPV pada anak perempuan usia 9 – 14 tahun. Sementara CDC (Centers for Diseases Control and Prevention, USA) merekomendasikan vaksinasi HPV pada usia 11-12 tahun dan dapat dimulai ketika usia 9 tahun. Usia tersebut efektif untuk mencegah infeksi HPV karena sebagian besar belum memulai aktivitas seksual.

Vaksin HPV hanya diberikan dua dosis jika dosis pertama diberikan sebelum usia 15 tahun, dengan interval antar dosis minimal 6 bulan. Sedangkan bila dosis pertama diberikan pada usia 15 – 26 tahun, vaksinasi HPV diberikan dalam tiga dosis. Vaksinasi HPV pada usia lebih dari 26 tahun tidak direkomendasikan dan memerlukan konsultasi dokter. Hal tersebut dikarenakan vaksinasi kurang bermanfaat akibat kebanyakan orang telah terpapar HPV pada usia lebih dari 26 tahun.

Terdapat tiga jenis vaksin HPV yang telah mendapat izin dari U.S. Food and Drug Administration (FDA), yaitu vaksin HPV 9-valent (Gardasil 9), vaksin HPV quadrivalent (Gardasil), dan vaksin HPV bivalent (Cervarix). Ketiga jenis vaksin tersebut melindungi dari HPV tipe 16 dan 18 yang menyebabkan sebagian besar kanker serviks. Gardasil juga melindungi dari HPV tipe 6 dan 11 yang menyebabkan kutil kelamin. Perlindungan terhadap sembilan tipe HPV diberikan oleh vaksin Gardasil-9, yaitu tipe 6, 11, 16, 18, 31, 33, 45, 52, dan 58).

Pada bulan April 2022, Kementerian Kesehatan melakukan penambahan jumlah imunisasi rutin wajib di Indonesia, termasuk vaksin HPV. Hal ini berarti masyarakat yang termasuk sasaran imunisasi tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mendapatkan vaksin tersebut. Pada program ini vaksin HPV diwajibkan untuk anak perempuan kelas 5 dan 6 SD. Vaksin HPV akan diberikan di 131 kabupaten/kota di 8 provinsi, yaitu Provinsi DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, dan Bali pada tahun 2022, kemudian direncanakan pada tahun 2023 sudah dilaksanakan di seluruh provinsi dan kabupaten/kota.

Vaksinasi HPV sangat aman dan dapat mencegah lebih dari 90% kanker yang disebabkan HPV, seperti kanker serviks. Vaksin HPV tidak hanya diberikan pada perempuan, tetapi juga dapat diberikan pada laki-laki karena terbukti dapat mencegah infeksi yang dapat menyebabkan kanker pada penis, anus, dan tenggorokan.

Kontributor :

Septi Widi Nugraheni

KSM Dokter Umum RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

 

Referensi:

CDC 2019. HPV VACCINE IS CANCER PREVENTION – Talking to Parents about HPV Vaccine.

Globocan 2020. The Global Cancer Observatory – All Rights Reserved – March, 2021.

https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cervical-cancer#:~:text=A%20large%20majority%20of%20cervical,some%20may%20be%20repeatedly%20infected. Diakses pada 25 April 2022.

https://www.cdc.gov/vaccines/vpd/hpv/public/index.html#:~:text=CDC%20recommends%20that%2011%2D%20to,given%20before%2015th%20birthday. Diakses pada 28 April 2022.

Widyawati, drg. MKM 2022. Kemenkes Tambah 3 Jenis Vaksin Imunisasi Rutin, Salah Satunya HPV. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20220423/2939708/39708/. Diakses pada 29 April 2022.

 

Author Info

Tim Kerja Hukum & Humas

Tim Kerja Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.