Fax:(0274) 565639    humas@sardjitohospital.co.id
Germas BLU Berakhlak kars

Bagaimana Penyintas Covid Jika Kembali Olahraga?

Covid-19 bisa mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan karena tidak hanya menyerang organ paru-paru saja tetapi juga organ jantung, hati dan pencernaan. Meskipun pasien telah dinyatakan negatif dari virus corona terkadang pasien masih merasakan gejala lanjutan atau yang dikenal sebagai long covid. Sampai saat ini belum ada pengobatan untuk menyembuhkan dari gejala long covid. Namun bagi penyintas covid hanya bisa meminimalisir gejala long covid dengan meningkatkan imunitas dengan cara istirahat teratur, makan bergizi dan berolahraga. Olahraga dapat mengurangi hormon stress dan memperbanyak hormon endorphin yang berguna sebagai penghilang rasa sakit dan penyenang suasana hati. Tidak sedikit penyintas Covid-19 mengalami sesak nafas dan keletihan ketika ingin kembali ke rutinitas olah raganya. Lalu bagaimana olahraga yang tepat bagi penyintas covid dengan gejala long covid.

Dokter Sports Medicine Institute di New York City sudah menerbitkan panduan tentang bagaimana penyintas Covid-19 dapat mulai berolah raga dengan aman lagi pada Agustus 2020. Pedoman tersebut merekomendasikan pasien dengan Covid-19 tidak boleh melanjutkan olahraga jika mereka memiliki kondisi kardiovaskular atau paru yang mendasarinya harus berkonsultasi dengan dokter mereka sebelum kembali ke aktivitas fisik apa pun, bahkan jika gejala Covid-19 telah teratasi.

Klasifikasi menurut pedoman

  • Pasien sehat yang memiliki COVID-19 ringan atau sedang dan tidak memiliki gejala selama tujuh hari dapat mempertimbangkan untuk melanjutkan aktivitas fisik dengan memulai 50 persen dari frekuensi dan intensitas biasanya.
  • Pasien yang memiliki gejala pernapasan dan jantung harus beristirahat selama dua sampai tiga minggu setelah gejala hilang, kecuali mereka dengan peradangan otot jantung (miokarditis), yang harus beristirahat selama tiga sampai enam bulan dan memiliki kesiapan untuk kembali berolahraga dikonfirmasi dengan ekokardiografi, pemantauan ritme dan tes latihan.
  • Pasien dengan masalah muskuloskeletal dapat kembali berolahraga setelah gejalanya hilang dan secara bertahap berkembang ke tingkat aktivitas normal.

Tahapan olahraga

  • Jalan kaki / bersepeda santai selama 10 – 15 menit untuk test drive ada tidaknya sesak nafas atau nyeri dada sambil latihan pernafasan untuk mengoptimalkan fungsi paru-paru
  • Tingkatkan secara bertahap jika tidak ada keluhan sesak nafas atau nyeri dada

Gerakan olahraga bagi penyintas Covid-19 yang bisa dilakukan di rumah antara lain :

  • Berdiri tegak kemudian posisikan kedua tangan menyiku dengan tangan mengepal di samping pinggang. Tarik secara perlahan tangan ke belakang. Tahan selama 5 detik di setiap gerakannya.
  • Berdiri tegak, posisikan kedua tangan lurus di samping tubuh dan angkat tangan ke depan secara perlahan hingga lurus ke atas kepala. Tahan 5 detik dan turunkan secara perlahan.
  • Gunakan matras dan posisikan tubuh telentang. Lipat salah satu kaki hingga membentuk siku dengan menarik lutut ke arah atas, biarkan kaki yang lain tetap lurus.
  • Angkat kaki yang lurus secara perlahan hingga ketinggian yang kamu rasakan nyaman. Tahan beberapa detik dan turunkan secara perlahan. Kamu bisa ulangi untuk bagian kaki yang lain.

 

Referensi :

Andika Raspati, SpKO, olahraga tepat bagi penyitas covid, Publikasi 16 September 2021 tersedia dalam https://www.youtube.com/watch?v=Mr78R15Set0

dr. Fadhli Rizal Makarim, Inilah Porsi Tepat Olahraga Bagi Penyintas COVID-19, Publikasi 24 Agustus 2021 tersedia dalam https://www.halodoc.com/artikel/inilah-porsi-tepat-olahraga-bagi-penyintas-covid-19

HSS Sports Medicine Institute, HSS Experts Release Evidence-Based Guidelines for Returning to Recreational Exercise After COVID-19, Publikasi 19 Agustus 2020 tersedia dalam https://news.hss.edu/hss-experts-release-evidence-based-guidelines-for-returning-to-recreational-exercise-after-covid-19/

Author Info

Tim Kerja Hukum & Humas

Tim Kerja Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.

Pengaduan anda, akan diajukan kemana?

KemenkesKemenpan