Fax:(0274) 565639    humas@sardjitohospital.co.id
Germas BLU Berakhlak kars

Gawai sebagai Distraksi Tindakan Invasif pada Pasien Anak

Gadget atau gawai merupakan perangkat media elektronik yang memiliki beragam fungsi dan kegunaan. Teknologi ini sudah dapat diakses oleh berbagai kalangan masyarakat dari anak-anak hingga orang dewasa, bahkan kelompok lansia. Saat ini gawai memang sudah menjadi bagian dari kehidupan, bahkan gaya hidup manusia. Jenis gawai yang tersedia cukup banyak, beberapa diantaranya yaitu telepon seluler, smartphone, desktop PC (Komputer), tablet dan laptop/netbook.

Gawai menjadi bagian integral dari telekomunikasi modern. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia tahun 2018 menyebutkan bahwa pengguna aktif gawai di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Smartphone sebagai salah satu jenis gawai yang dilengkapi dengan berbagai macam kemampuan diantaranya adalah untuk bermain game dan tayangan edukatif mampu menarik perhatian semua kalangan termasuk anak-anak.

Tayangan edukatif dan game yang tersaji dalam gawai selalu mengalami perkembangan berdasarkan permintaan pasar dan konsumen. Beberapa jenis permainan audiovisual melalui gawai atau smartphone bahkan telah dihadirkan dalam berbagai aplikasi khusus untuk anak-anak.

Hal ini sangatlah mendukung bagi kebutuhan hiburan anak manakala digunakan sesuai dengan kebutuhan, tidak menutup kemungkinan bahwa gawai juga digunakan oleh anak-anak yang dalam kondisi sakit atau sedang dalam hospitalisasi.

Pengertian

Gadget adalah sebuah istilah dalam bahasa Inggris yang mengartikan sebuah alat elektronik kecil dengan berbagai macam fungsi khusus. Gadget (Bahasa Indonesia: gawai, acang) adalah suatu istilah yang berasal dari bahasa Inggris untuk merujuk pada suatu piranti atau instrumen yang memiliki tujuan dan fungsi praktis spesifik yang berguna yang umumnya diberikan terhadap sesuatu yang baru. Gawai dalam pengertian umum dianggap sebagai suatu perangkat elektronik yang memiliki fungsi khusus pada setiap perangkatnya. Contohnya antara lain komputer, smartphone, game dan lainnya. Salah satu jenis gawai yang banyak diminati untuk bermain anak-anak adalah smartphone.

Fungsi dan Manfaat Gawai

Gawai memiliki dampak positif bagi anak-anak, diantaranya adalah :

  1. Berkembangnya imajinasi
  2. Melatih kecerdasan (dalam hal ini seorang anak dapat terbiasa dengan tulisan, angka dan gambar yang membantu menyelesaikan permainan)
  3. Meningkatkan rasa percaya diri ( saat anak memenangkan suatu permainan atau termotivasi untuk menyelesaikan permainan)
  4. Mengembangkan kemampuan membaca, berhitung dan pemecahan masalah (hal ini berdasarkan sifat dasar anak yaitu rasa ingin tahu)

Tindakan invasif

Permenkes RI No 290 tahun 2008, tindakan invasif adalah suatu tindakan medis yang langsung dapat mempengaruhi keutuhan jaringan tubuh pasien. Contoh tindakan invasif adalah pemasangan kateter, pemberian injeksi, pemasangan akses infus dan pengambilan sampel darah melalui darah vena maupun arteri. Seorang anak yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit tidak luput dari pemberian tindakan invasif, hal ini yang menjadi salah satu masalah tindakan perawat karena harus melakukan sesuatu tetapi bukan tupoksinya adalah pemberian tindakan invasif pada pasien.

Distraksi

Distraksi adalah metode untuk menghilangkan stress dan kecemasan dengan cara mengalihkan perhatian pada hal-hal lain sehingga pasien akan lupa terhadap cemas yang dialami. Stimulus sensori yang menyenangkan menyebabkan pelepasan endorfin yang bisa menghambat stimulus cemas yang mengakibatkan lebih sedikit stimuli cemas yang ditransmisikan ke otak (Potter & Perry, 2010).

Metode distraksi adalah suatu metode untuk menghilangkan nyeri dengan cara mengalihkan perhatian pasien pada hal-hal lain sehingga pasien akan lupa terhadap nyeri yang dialami (Andermoyo 2013).

Ulasan

Seorang anak yang sedang menjalani hospitalisasi akan mengalami trauma fisik, emosional dan sosial yang sering menyebabkan timbulnya rasa nyeri, ketakutan dan pilihan pengobatan. Trauma fisik yang dialami seorang anak saat hospitalisasi diantaranya adalah tindakan invasif. Efek hospitalisasi dapat direduksi dengan beberapa hal yaitu meminimalkan perpisahan dengan orang tua atau pengasuh, meminimalkan cidera fisik dan mempersiapkan anak untuk dirawat di rumah sakit dan bermain.

Gawai atau smartphone sebagai media hiburan dan bermain dapat digunakan untuk mengatasi stress atau kecemasan anak dalam perawatan. Kegiatan bermain dengan gawai dapat membangun kenyamanan, peralihan / distraksi sehingga anak diharapkan dapat lebih tenang dan bekerjasama dalam prosedur tindakan selama hospitalisasi. Gawai mempunyai fungsi mengembangkan imajinasi anak sehingga hal ini yang akan menjadi obyek lain untuk pasien dapat fokus dan pada akhirnya terdistraksi dari tindakan invasif atau kegiatan pemberian terapi yang membuat trauma fisik.

Menurut Hilda K.Kabali (2015) kemampuan gawai untuk dapat mendistraksi dan memberi keuntungan bagi anak sudah terbukti efektif, oleh karena itu teknik distraksi ini semakin sering dilakukan untuk dapat mereduksi kecemasan dan mendistraksi anak saat pemberian penanganan medis yang tidak mudah diterima oleh anak. Pemakaian gawai sebagai teknik distraksi dapat dikategorikan sebagai terapi audiovisual yang sangat berpengaruh terhadap penurunan tingkat kecemasan dan tingkat nyeri, selain itu dengan bermain gawai dapat meningkatkan suasana hati anak yaitu dengan terangsangnya hormone oksitosin, serotonin, endorphin dan dopamine.

Hal ini serupa dengan penelitian Chairie dkk (2018) yang memaparkan tentang terapi bermain game edukatif berbasis smartphone dapat meningkatkan skor perilaku kooperatif anak usia prasekolah (4-6 tahun) yang mengalami hospitalisasi di RSUD Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang. Adi Mulyono (2020) juga telah memaparkan tentang terapi bermain smartphone untuk penerapan terapi distraksi audiovisual terhadap tingkat kecemasan anak saat prosedur injeksi yang terbukti efektif untuk menurunkan tingkat kecemasan anak.

Pasien anak yang dirawat di ruang intensif juga memerlukan terapi distraksi karena frekuensi pemberian tindakan invasif juga lebih banyak diberikan dibandingkan dengan pasien anak yang dirawat di ruang perawatan umum. Hanya saja jumlah pasien lebih sedikit karena sebagian besar pasien anak yang dirawat di ruang intensif tidak dalam kondisi sadar penuh akan tetapi di bawah pengaruh obat sedasi ataupun analgetik/pengurang nyeri secara kontinyu sehingga trauma fisik akibat tindakan invasif dapat diminimalkan. Teknik distraksi audiovisual dengan smartphone bisa diberikan pada pasien anak di ruang intensif yang kondisi sadar, untuk anak usia > 7 th sudah secara mandiri memegang sendiri smartphone dan lebih bebas bereksploitasi demi kenyamanan saat diberikan tindakan invasif. Untuk pasien anak < 7 th biasanya akan dibimbing dan didampingi orangtua pasien sambil diberikan alur cerita atau penjelasan dari tayangan audiovisual smartphone sehingga selain mendapatkan manfaat dari terapi distraksi juga meningkatkan kedekatan orangtua dan anak, meningkatkan rasa percaya diri dan membentuk rasa aman nyaman bagi pasien anak dan orangtua pasien.

Kesimpulan

Gawai dalam hal ini adalah smartphone tidak selalu mempunyai dampak negatif bagi anak-anak seperti yang banyak diulas, dapat juga mempunyai dampak positif ketika sebuah gawai digunakan secara tepat dapat memiliki fungsi adaptif bagi anak. Dalam hal hospitalisasi, gawai terbukti efisien menjadi salah satu bentuk terapi distraksi audiovisual yang mampu mereduksi kecemasan dan nyeri saat anak dilakukan tindakan invasif.

 

Referensi

Adi Mulyono, 2020. Literatur Review: Pengaruh Terapi Distraksi Audiovisual pada saat Prosedur Injeksi pada Anak Usia Prasekolah saat Hospitalisasi , Journal Of Nursing And Health (Jnh) Volume 5 Nomor 2 Tahun 2020 Halaman : 108-115

Chairie, Adira Deandra, 2018. Pengaruh Terapi Bermain Game Edukatif Berbasis Smartphone Terhadap Tingkat Kooperatif Anak Usia Prasekolah (4-6 Tahun) yang Menjalani Hospitalisasi di RSUD Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya

Puji AC. 2019. Pengaruh Media Gadget pada Perkembangan Karakter Anak, STIT Al-Muslihun. Dinamika penelitian: Media komunikasi social keagamaan IAIN Tulungagung.  Ejournal.iain-tulungagung.ac.id

Author Info

Tim Kerja Hukum & Humas

Tim Kerja Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.