Fax:(0274) 565639    humas@sardjitohospital.co.id
Germas BLU Berakhlak kars

Cegah sebelum Terlambat : Diabetic Foot Ulcer

Penyakit diabetes mellitus (DM) atau lebih dikenal orang awam sebagai penyakit kencing manis merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatknya kadar gula dalam darah melebihi batas normal. Peningkatan kadar gula tersebut terjadi karena kelenjar pankreas tidak dapat memproduksi hormon insulin secara adekuat, atau karena tubuh tidak dapat menggunakan hormon insulin yang diproduksi secara efektif.

Prevalensi terjadinya penyakit ini meningkat setiap tahunnya. Organisasi International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan di tahun 2019 sedikitnya sejumlah 463 juta orang usia 20-79 tahun di dunia menderita diabetes. Angka tersebut diprediksi terus meningkat hingga mencapai 578 juta di tahun 2030 mendatang. Data IDF tahun 2019 menyebutkan Indonesia menempati urutan ke 7 dari 10 negara dengan jumlah penderita diabetes tertinggi di dunia. Tingginya angka kejadian penyakit DM tidak bisa dipandang sebelah mata. Beberapa komplikasi akibat penyakit ini bisa mengancam jiwa jika tidak ada penanganan yang tepat.

Diabetic foot ulcer (DFU) merupakan salah satu komplikasi dari penyakit diabetes mellitus yang sering dijumpai dan menjadi penyebab umum perawatan di rumah sakit para penderita diabetes mellitus. Kondisi ini disebabkan karena adanya gangguan pembuluh darah, gangguan persyarafan dan infeksi pada penyandang diabetes. Komplikasi ini tentunya bisa berakibat fatal jika tidak mendapat perhatian yang serius. Kematian akibat ulkus gangren pada penderita diabetes di Indonesia mencapai 32% sementara jumlah amputasi sebesar 30%. Sebelum terlambat, bagaimanakah cara mencegah terjadinya diabetic foot ulcer ?

Perawatan kaki atau foot care pada penderita diabet yang berisiko merupakan salah satu langkah yang direkomendasikan untuk mencegah terjadinya diabetic foot ulcer. Beberapa cara perawatan kaki menurut P2PTM Kemenkes RI antara lain : membersihkan kaki dengan air bersih dan sabun mandi, memberikan lotion pada area kaki yang kering namun jangan pada sela-sela jari agar tidak menimbulkan jamur, menggunting kuku mengikuti bentuk normal jari kaki tidak terlalu dekat dengan kulit dan mengikir kuku agar kuku tidak tajam, memakai alas kaki agar kaki tidak terluka, menggunakan alas kaki yang sesuai dengan ukuran dan nyaman dipakai dengan ruang yang cukup untuk jari-jari, memeriksa alas kaki sebelum dipakai pastikan tidak ada kerikil atau benda tajam lainnya, apabila ada luka kecil obati luka dan tutup dengan kain atau kassa bersih, periksa apabila ada tanda-tanda peradangan dan segera ke dokter bila kaki mengalami luka.

Selain melakukan perawatan kaki secara rutin, langkah lain yang direkomendasikan beberapa sumber untuk mencegah diabetic foot ulcer yaitu dengan melakukan aktifitas fisik. Salah satu aktifitas fisik yang dianjurkan adalah senam kaki diabetes. Tujuan dari senam kaki diabetes sendiri antar lain dapat memperbaiki sirkulasi darah, memperkuat otot-otot kecil, mencegah kelainan bentuk kaki, meningkatkan kekuatan otot betis dan paha, serta mengatas keterbatasan gerak sendi. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa dengan rutin melakukan senam kaki diabetes memberikan dampak yang baik bagi tubuh, salah satunya dapat menurunkan kadar gula dalam darah, didukung dengan diet yang teratur.

Adapun langkah-langkah dalam melakukan senam kaki diabetes antara lain :

  1. Pasien duduk tegak di atas bangku/kursi dengan kaki menyenbtuh lantai.gerakkan kaki ke atas dan ke bawah, ulangi sebanyak 2 set X 10 repetisi.
  2. Angkat telapak kaki kiri ke atas dengan bertumpu pada tumit, lakukan gerakan memutar keluar dengan pergerakan pada telapak kaki sebanyak 2 set x 10 repetisi, lakukan gerakan bergantian.
  3. Angkat kaki sejajar, gerakan kaki ke depan dan ke belakang sebanyak 2 set x 10 repitisi.
  4. Angkat kaki sejajar gerakan telapak kaki ke depan dan ke belakang sebanyak 2 set X 10 repetisi.
  5. Luruskan salah satu kaki dan angkat. Lalu putar kaki pada pergelangan kaki, lakukan gerakan seperti menulis di udara dengan kaki dari angka 0 hingga 9 dilakukan secara bergantian.
  6. Letakkan selembar koran di lantai. Kemudian bentuk kertas koran tersebut menjadi seperti bola dengan kedua belah kaki.
  7. Buka kembali bola tersebut menjadi lembaran seperti semula menggunakan kedua belah kaki. Gerakan ini dilakukan hanya sekali saja.
  8. Robek koran menjadi 2 bagian, lalu pisahkan kedua bagian koran tersebut. Sebagian koran di sobek – sobek menjadi kecil – kecil dengan kedua kaki.
  9. Pindahkan kumpulan sobekan – sobekan tersebut dengan kedua kaki lalu letakkan sobekkan kertas pada bagian kertas yang utuh tadi. Lalu bungkus semua sobekan – sobekan tadi dengan kedua kaki kanan dan kiri menjadi bentuk bola.

Narasumber:

Intan Milasari, S.Kep., Ners

 

 

Author Info

Tim Kerja Hukum & Humas

Tim Kerja Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.

Pengaduan anda, akan diajukan kemana?

KemenkesKemenpan