Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    [email protected]
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

PENTINGNYA OLAH RAGA PADA PASIEN KANKER

Apakah seseorang yang mengalami kanker harus mengurangi kegiatannya? Pembatasan aktivitas mungkin memang dianjurkan untuk pasien kanker, tetapi terlalu sering beristirahat di tempat tidur bisa juga berdampak kurang baik bagi pasien. Penelitian yang baru-baru ini diterbitkan menyatakan bahwa aktivitas fisik seperti olahraga tidak hanya berguna untuk mencegah penyakit kanker pada orang yang sehat, namun juga bisa membantu pengobatan dan meningkatkan kualitas hidup pasien kanker.

Menurut Data Riset Kesehatan Dasar Nasional (Riskesdas) tahun 2013, Provinsi Yogyakarta menduduki peringkat teratas untuk prevalensi kanker, yaitu 4,1dari 1000 penduduk. Sementara itu, prevalensi kanker seluruh Indonesia adalah 1,4 per 1000 penduduk.

Pengobatan yang utama bagi penderita kanker adalah kemoterapi. Kemoterapi memiliki dampak nyata terhadap fisik dan psikologis pada pasien kanker. Seringkali program terapi yang direncanakan tidak sesuai dengan waktu yang ditentukan, hal ini dikarenakan penundaan akibat kondisi pasien yang tidak memenuhi syarat untuk kemoterapi. Kondisi pasien yang mendapatkan pengobatan kemoterapi sering mengalami kekelahan. Kelelahan menimbulkan dampak negatif yang mempengaruhi keseluruhan aktivitas fisik, psikologis, sosial dan ekonomi.

 

Manfaat Aktivitas Fisik Pada Pasien Kanker

Banyak penderita kanker menghadapi masalah psikososial dan masalah fisik selama dan setelah pengobatan kanker, seperti kelelahan, peningkatan risiko distress dan menurunkan aktivitas fisik dan fungsi fisik. Akibat jangka panjang dari masalah tersebut dapat mempengaruhi kesehatan pasien yang berhubungan dengan kualitas hidup. Aktivitas fisik dapat mempengaruhi kesehatan pasien kanker setelah terdiagnosa, data terbaru menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat mencegah kematian akibat kanker. Sejumlah penelitian sebelumnya ditemukan bahwa aktivitas fisik akan memberikan manfaat bagi kualitas hidup pasien kanker. Pada penelitian dari pasien kanker sebelumnya juga diketahui bahwa aktivitas fisik memberikan efek yang bermanfaat pada kelelahan dan distress. Aktifitas fisik dapat meningkatkan perasaan bahagia, meningkatkan kualitas hidup dan kelangsungan hidup diantara pasien dengan kanker (Sloan,2016).

 

Mekanisme Latihan Fisik terhadap Kanker

Aktifitas fisik adalah segala jenis kegiatan /gerakan badan yang mengeluarkan dan membutuhkan energi dalam prosesnya, termasuk latihan fisik dan olah raga, yang sangat penting untuk kesehatan tubuh dan dapat mencegah dan meningkatkan kualitas hidup pasien-pasien kanker.

Kanker adalah segolongan penyakit yang ditandai dengan pembelahan sel yang tidak terkendali dan kemampuan sel-sel tersebut untuk menyerang jaringan biologis lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan (invasi) atau dengan migrasi ke tempat yang jauh (metastasis).  Ada beberapa teori yang menjelaskan mekanisme latihan fisik terhadap kanker berdasarkan penelitian terhadap pasien kanker payudara :

  1. Teori Hormonal

Estrogen sebagai inisiator karsinogenesis payudara meningkatkan proliferasi sel epitel payudara, sehingga semakin tinggi kadar estrogen semakin meningkatkan resiko kanker payudara pada wanita yang tidak aktif. Aktivitas fisik dengan intensitas sedang dan tinggi selama usia reproduksi dapat menurunkan kadar estrogen sehingga menurunkan resiko kanker payudara. Aktifitas fisik yang dilakukan oleh wanita menopause dapat menurunkan kadar estron, estradiol dan androgen yang merupakan prekusor dari estrogen sehingga menurunkan resiko kanker payudara.

  1. Teori Imunitas

Dengan melakukan latihan fisik secara teratur dan terprogram, sistem imun akan meningkat. Sistem imun yang baik akan meningkatkan jumlah dan fungsi dari sel Natural Killer yang memiliki peran sebagai tumor suppression sehingga resiko kanker menurun dengan mengenali dan mengliminasi sel abnormal atau melalui komponen sistem imun bawaan atau didapat.

  1. Teori Inflamasi

Peningkatan faktor inflamasi (C-reactive protein (CRP), interleukin 6 (IL6). tumor necrosis faktor α (TNFα) dan penurunan faktor anti inflamasi (adiponektin) meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara. Rendahnya jumlah adipoctin berhubungan dengan Body Mass Indeks (BMI) yang tinggi, persentase lemak tubuh tinggi dan besarnya lingkar pinggang. Peningkatan jumlah adiponektin dapat diperoleh dengan melakukan aktivitas fisik.

 

Rekomendasi Latihan Fisik Untuk Pasien Kanker

Latihan fisik dimulai dari intensitas rendah dan akan ditingkatkan secara berkala. Apabila pasien tidak melakukan latihan fisik secara teratur, maka akan memulai kembali program latihan, intensitas yang disarankan mulai dari intensitas awal.

Jenis latihan yang direkomendasikan adalah yang pertama adalah latihan kardiorespirasi yang dapat memperbaiki kerja jantung dan kapasitas fisik, mengurangi berat badan, mengurangi kelelahan otot dan mengatasi depresi. Yang kedua, latihan beban dengan supervisi dapat meningkatkan massa otot. Latihan ini akan memberikan manfaat yang signifikan bagi penderita kanker dan semua bisa dilakukan bila tidak ada kontraindikasi seperti resiko fraktur atau infeksi.

Berikut ini beberapa gerakan olahraga ringan yang sangat mudah dilakukan oleh pasien-pasien kanker, yang terdiri dari gerakan dengan posisi tidur dan duduk.

  1. Posisi tidur, gerakkan tumit keatas dan kebawah. Gerakan diulang 10 kali. (Gambar 1)

2. Posisi tidur, gerakkan tumit melingkar searah jarum jam dan kebalikannya (Gambar 2)

3. Posisi tidur, menekuk lutut dan meluruskan kembali. Gerakan diulang 5 kali untuk masing-masing kaki.

(Gambar 3)

4. Posisi tidur, gerakkan kaki menjauh dan kembali ke posisi tengah tubuh. Gerakan diulang 5 kali untuk masing-masing kaki. (Gambar 4)

5. Posisi tidur, luruskan kaki, tekuk tumit dan jari kaki posisi tegak. Angkat kaki kira-kira 20 cm dari tempat tidur.Gerakan diulang 5 kali untuk masing-masing kaki. (Gambar 5)

6. Posisi tidur, taruh bantal dibawah lutut. Tekuk tumit dan ibu jari secara lurus dan luruskan jari kedepan dan tahan selama 3 detik. Gerakan diulang 5 kali untuk masing-masing kaki. (Gambar 6)

7. Posisi duduk, angkat kaki sampai lutut lurus dan jari tegak ke atas, tahan selama 3 detik dan ulang gerakan 5 kali per kaki. (Gambar 7)

8. Posisi duduk atau berdiri, Gerakkan kedua lengan keatas dan kebawa. ulangi gerakan 10 kali. (Gambar 8)

9. Posisi duduk atau berdiri, Gerakan awal kedua lengan lurus kesamping tubuh, gerakkan kedua lengan kedepan tubuh, kemudian kembali keposisi semula. Gerakan diulang 10 Kali. (Gambar 9)

10. Posisi duduk dikursi. Gerakan Berdiri kemudian duduk. Ulangi gerakan sebanyak 5 kali. (Gambar 10)

11. Latihan pernafasan. Gerakan diulang 10 kali

  • Tarik nafas dan kembangkan area dada atas, tahan nafas beberapa saat kemudian hembuskan.
  • Tarik nafas dan kembangkan area dada samping, tahan nafas beberapa saat kemudian hembuskan.
  • Tarik nafas dan kembangkan area perut, tahan nafas beberapa saat
  • kemudian hembuskan.

Kesimpulan

Olahraga adalah cara alami menjaga kesehatan dan mencegah penyakit, olahraga adalah suatu keharusan, sama seperti makan dan berdoa. Aktif bergerak setiap hari dapat menjaukan dari resiko penyakit seperti kanker. Orang yang menderita kanker tidak hanya menderita secara fisik, tatapi juga bisa mempengaruhi psikologisnya seperti muncul perasaan cemas, depresi, dll. Hal tersebut dapat dihilangkan dengan olahraga. Apabila penderita kanker rutin berolahraga akan muncul manfaat yang sangat banyak antara lain mengurangi berat badan , menghilangkan depresi dan kelelahan otot, menambah massa otot, dan mental menjadi lebih sehat.

 

Daftar Pustaka

  1. Jim, H.S.,Jacobsen,P.B.,& Philips, K.M.(2013). Lagged Realtionships Among Sleep Disturbance, Fatique, and Depressed Mood During Chemothetaphy, International Journal Of Health Psychol, 32 (7),768-774.
  2. Wiharja, Alvin, The New Perspective of Exercise as a Breast Cancer Therapy, Journal of Medicine and Health 1 No. 3. February 2016
  3. Setyo Adi, Banyu, Peran Olahraga Sebagai Sumber Kekuatan Menghadapi Penyakit Kanker, Medikora, Vol. VI, No. !, April 2010, 31 – 40
  4. Prevalensi Kanker di Yogyakarta Tertinggi di Indonesia, Tribunjogya.com. Dipublikasikan 6 Februari 2018. Diakses pada 15 Mei 2018.
  5. Sloan, J.A., Cheville, A,L., & Liu, H. (2016), Impactof Self Reported Physical Activity and Health Behaviors of Lungs Cancer Survivorship, International Jurnal of Environmental Reaserch and Public Health, 14 (66), 45-46.
  6. Buffaer, L., Thong, M. S., & Schep, G. (2012). Self Reported Physical Activity: Its Correlates and Relationship with Health-Related Quality of Life in a Large Cohort of Colorectal Cancer Survivor. International Journal of Cancer, 7 (5), 113-128
Author Info

Promkes Sardjito

Unit Promosi Kesehatan RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

No Comments

Comments are closed.